Berita Mancanegara

Berita Mancanegara dalam Perspektif Indonesia

Kasus Korupsi, PM Israel Diinterogasi Tiga Jam

Diposting oleh On Selasa, Januari 03, 2017 with No comments

ISRAEL - Penyidik polisi Israel menginterogasi Perdana Menteri Benjamin Netanyahu selama tiga jam. Pemeriksaan dilakukan Senin malam.

Netanyahu diduga menerima suap dari penguasa kaya. Pemeriksaan dilakukan bukan di kantor polisi, melainkan di kediaman resmi perdana menteri. Washington Post menilai, ini merupakan indikasi penyelidikan akan berjalan lambat.

Setelah pemeriksaan, polisi Israel merilis pernyataan singkat. Mereka menyatakan telah mengajukan sejumlah pertanyaan kepada Netanyahu, tetapi tidak memberikan rincian lebih lanjut.

Media Israel, melaporkan penyelidikan untuk mencari bukti bahwa perdana menteri menerima hadiah dari penguasa kaya dengan imbalan tertentu. Netanyahu dengan tegas membantah tuduhan itu.

"Saya telah mengatakan kepada Anda dan saya ulangi: Tidak akan apa-apa karena tidak ada," kata perdana menteri berkuasa dari partai sayap kanan Partai Likud itu.

Netanyahu menuding pihak oposisi terus mendengungkan kasus ini. "Anda terus mengembangkan balon udara panas. Tetapi kami kami akan terus memimpin Israel."

Para pemimpin oposisi mengatakan mereka tidak merasa gembira atas kasus itu. "Ini bukan hari bahagia. Ini hari yang sulit bagi negara Israel, "kata pemimpin koalisi kiri-tengah Isaac Herzog, menurut laporan media Israel.

Pendahulu Netanyahu, Ehud Olmert, mengundurkan diri pada tahun 2009 atas tuduhan korupsi. Dia dihukum penjara 19 bulan karena menyuap dan mencampuri keadilan.

Tuduhan telah lama berembus di sekitar Netanyahu yang telah berkuasa selama delapan tahun. Tetapi sejauh ini belum ada yang masuk ke pengadilan.

Polisi mendapat laporan pada 2000 bahwa Netanyahu dan istrinya Sara telah menerima hadiah tak resmi. Gratifikasi itu sekahusnya menjadi milik negara, tetapi dilaporkan dikuasai sendiri. Kasus tersebut tak dilanjutkan karena tidak cukup bukti.

Pengawal Netanyahu memasang sejumlah payung hitam di sekitar kediaman. Diduga untuk menghalangi pandangan publik yang ingin menyaksikan kedatangan polisi.

Beberapa media Israel melaporkan ada dua kasus yang disangkakan. Salah satunya, terkait hadiah (gratifikasi) dari pengusaha. Polisi telah memeriksa puluhan saksi. Termasuk pendukung terkemuka Netanyahu, pengusaha Ronald Lauder asal Amrika.

Netanyahu memiliki hubungan buruk dengan Presiden Obama. Yang berpuncak pada beberapa pekan terakhir, ketika dia marah atas resolusi PBB yang mengutuk perluasan permukiman Yahudi.

Tapi Netanyahu tampaknya memiliki hubungan baik dengan presiden terpilih Donald Trump. Mereka kerap bercakap melalui akun media sosial. (Lyn-04)
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »